Senin, 09 Desember 2013

Menghitung Resistor Rangkaian Pembagi Tegangan

Menghitung Resistor Rangkaian Pembagi Tegangan

Pembagi tegangan sangat banyak diterapkan dalam rangkaian elektronik, karena bebrapa komponen mensyaratkan tegangan yang berbeda2, sedangkan power supply kita hanya memberikan 1 jenis tagangan saja ( misal 5v atau 12v )
Aplikasi pembagi tegangan diterapkan dalam setting bias transistor, komparator menggunakan OpAmp, volume kontrol alat musik.

Bagi praktisi elektronik, ini adalah topik basi dan terlalu mendasar, namun sebagian orang belum mengetahui cara membagi tegangan menggunakan resistor berikut perhitunganya, perhitungan dengan rumus2 dasar agar diketahui dengan jelas cara langkah2 perhitunganya dan dapat melakukan modifikasi.

Rumus dasar hukum ohm :
V = I x R (volt)
I = V / R (ampere)
R = V / I (ohm)
P = V x I (watt )
I = P / V (ampere)
V = P / I (volt)

Rumus dasar resistor seri & parallel :
R seri = R1 + R2 +...... ( tergantung jumlah R yang di seri)
1/R parallel = (1 / R1) + (1 / R2) +...... ( tergantung jumlah R yang di parallel )
R parallel = (R1 x R2 x ...) / (R1 + R2 + ...)

Rumus dasar voltase seri & parallel
V seri = V1 + V2 +.....
V parallel = V1 = V2 = .....

Rumus dasar arus seri & parallel
I seri = I1 = I2 =.....
I parallel = I1 + I2 + .....

Pembagi tegangan terdiri dari min 2 resistor yang dipasang seri


Rangkaian pembagi tegangan


Misal :
Vcc = 12V
Vout direncanakan 3V
Iout direncanakan 10mA

******1********
Maka:
V( R1 ) = 12V - 3V
V( R1 ) = 9V
V( R1 ) disini adalah voltase yang dibuang

Nilai R1 = V / I
R1  =  9V / 10mA ( 10/1000 Ampere)
R1  =  900 ohm
pada resistor type E24 ( 5%) nilai 900 ohm tidak ada dipasaran
maka dapat mempergunakan 2 resistor seri sebesar 390 ohm + 510 ohm atau variabel resistor 1kohm

Nilai Watt  R1 yang diperlukan dapat dihitung sbb:

P(R1) = V x I
P(R1) = 9V x 10mA ( 10/1000 Ampere)
P(R1) = 90mW ( 0.09 Watt )
dipasaran resistor tersedia taraf watt dari 250mW (1/4W), 500mW (1/2W), 1W, 2W, 5W, 10W
jadi R1 dipergunakan resistor 390 ohm + 510 ohm @1/4 Watt

*******2********
V( R2 ) = 3V - 0V ( ground )
V( R2 ) = 3V
V( R2 ) disini adalah voltase yang di hasilkan sama dengan Vout

Nilai R2 = V / I
R2  =  3V / 10mA ( 10/1000 Ampere)
R2  =  300 ohm

Nilai Watt  R2 yang diperlukan dapat dihitung sbb:

P(R2) = V x I
P(R2) = 3V x 10mA ( 10/1000 Ampere)
P(R2) = 30mW ( 0.03 Watt )
dipasaran resistor tersedia taraf watt dari 250mW (1/4W), 500mW (1/2W), 1W, 2W, 5W, 10W
jadi R2 dipergunakan resistor 300 ohm 1/4 Watt

Vout tanpa beban bila diukur akan menghasilkan 3Volt dari sumber 12Volt dengan toleransi 5% mengikuti toleransi resistor yang dipergunakan, bila dibebani, Vout akan turun maka kita harus mengetahui nilai R beban untuk mendapatkan voltase yang diinginkan.

Pembuktian :

Rangkaian pembagi tegangan dengan beban

Misal :
Seperti perhitungan resistor diatas akan tetapi dibebani 2 led seri
V led @ 1.5V ( voltase hanya untuk contoh, dipasaran led bekerja pada 1.7V )
I led @ 2mA ( led ukuran 3mm standar )

Maka :
V led total = 1.5V + 1.5V = 3V
I led total = 2mA ( karena dipasang seri maka arus mengalir adalah sama )

R led = V led / I led
R led = 3V / 2mA ( 2/1000 Ampere )
R led = 1500 ohm

Jadi rangkaian pembaginya tegangan akan menjadi sbb :

Rangkaian pembagi tegangan dengan beban

R2 dan R led menjadi konvigurasi R parallel dengan R2 + R led :
1/R ( R2 + R led ) = ( 1/ R2  ) + ( 1/ R led )
1/R ( R2 + R led ) = ( 1 / 300 ohm) + ( 1/ 1500 ohm )
1/R ( R2 + R led ) = 0.003333 + 0.0006666
1/R ( R2 + R led ) = 0.003999
R ( R2 + R led ) = 1 / 0.003999
R ( R2 + R led ) = 250 ohm

karena R1 + R ( R2 + R led ) membentuk rangkaian seri maka arus yang mengalir sbb:
R total = R1 + R ( R2 + R led )
R total = 900 ohm + 250 ohm
R total = 1150 ohm

Total arus yang mengalir sbb :
I total = Vcc / R total
I total = 12V / 1150
I total =  10.43478mA ( 0,01043478Ampere )

Voltase pada R1 berubah menjadi :
V(R1) = I total x R1
V(R1) = 10.43478mA x 900 ohm
V(R1) = 9.39 Volt ( nilai voltase yang dibuang oleh R1 )

Vout menjadi :
Vout = Vcc - V(R1)
Vout = 12V -  9.39V
Vout = 2.61 Volt

Dari perhitungan awal Vout = 3V, akan tetapi setelah pembebanan oleh led, Vout = 2.61V karena terjadi perubahan pada R2 + R led yang mengakibatkan arus mengalir berubah dari 10mA menjadi 10.43478mA.
Maka untuk mendapatkan V out yang diinginkan, perlu melakukan perhitungan R total

Misal seperti rangkaian pembagi tegangan dengan beban led maka perhitunganya sbb :

Diketahui :
V led = @1.5V ( total = 1.5V + 1.5V )
I led = 2mA
I pembagi tegangan = 10mA ( I pembagi tegangan adalah I yang terbuang bisa dibuat lebih kecil )
Vcc = 12V

Arus total yang mengalir :
I total = I led + I pembagi tegangan
I total = 2mA + 10mA
I total = 12mA

******1********
Maka:
V( R1 ) = 12V - 3V
V( R1 ) = 9V
V( R1 ) disini adalah voltase yang dibuang

Nilai R1 = V / I
R1  =  9V / 12mA ( 12/1000 Ampere)
R1  =  750 ohm
pada resistor type E24 ( 5%)

Nilai Watt  R1 yang diperlukan dapat dihitung sbb:
P(R1) = V x I
P(R1) = 9V x 12mA ( 12/1000 Ampere)
P(R1) = 108mW ( 0.18 Watt )
dipasaran resistor tersedia taraf watt dari 250mW (1/4W), 500mW (1/2W), 1W, 2W, 5W, 10W
jadi R1 dipergunakan resistor 750 ohm @1/4 Watt

*******2********
V( R2 + Vled ) = 3V - 0V ( ground )
V( R2 + Vled )  = 3V
V( R2 + Vled )  disini adalah voltase yang di hasilkan sama dengan Vout

Nilai R ( R2 + Vled )  = V / I
R ( R2 + Vled )   =  3V / 12mA ( 12/1000 Ampere)
R ( R2 + Vled )   =  250 ohm

diketahui bahwa :
R led = V led / I led
R led = 3V / 2mA ( 2/1000 Ampere )
R led = 1500 ohm

Maka nilai R2 :
karena R2 dan Led membentuk rangkaian paralel maka berlaku rumus R parallel
1 / R ( R2 + Vled ) = ( 1 / R2 ) + ( 1 / R led )
1 / R2  = ( 1 / R ( R2 + Vled ) ) -  ( 1 / R led )
1 / R2  = ( 1 / 250 ohm ) - ( 1/ 1500 ohm )
1 / R2  = 0.004 - 0.0006666
1 / R2  = 0.003333
R2 = 1/ 0.003333
R2 = 300 ohm

karena I total yang mengalir 12mA, dan I led = 2mA
I yang mengalir di R2 :
I(R2) = I total - I led
I(R2) = 12mA - 2mA
I(R2) = 10mA

Nilai Watt  R2 yang diperlukan dapat dihitung sbb:
P(R2) = V x I
P(R2) = 3V x 10mA ( 10/1000 Ampere)
P(R2) = 30mW ( 0.03 Watt )
dipasaran resistor tersedia taraf watt dari 250mW (1/4W), 500mW (1/2W), 1W, 2W, 5W, 10W
jadi R2 dipergunakan resistor 300 ohm 1/4 Watt

Apabila hanya untuk menurunkan tegangan led, tidak diperlukan rangkaian pembagi penuh, hanya diperlukan R1,dalam perhitungan R2 diganti dengan nilai R led, Vout adalah V led, sehingga rangkaian hanya terdiri 1 resistor dan led saja, rangkaian pembagi penuh biasanya digunakan untuk komparator OpAmp, bias transistor, volume audio,dll

Rangkaian pembagi tegangan led


end.

PC USB Used as Dummy Battery


PC USB Used as Dummy Battery




Apa itu Dummy Battery?
Hmmm...pencatu daya buatan yg bukan berasal dari battery sungguhan om.
Bisa ya? Bisa duong...Pake apa? Pake celana ma baju lah masa gw telanjang!!...kwwkwkwkkww... ok ok serius nehh....

Sebenarnya kita bisa buat sendiri dengan menggunakan tegangan yang berasal dari USB pada PC. Besar Voltase Keluaran pada semua USB dari PC adalah 5 Volt yang tentunya lownoise, tergantung PSU PC (Power Supply Unit) masing2....
Dari USB PC 5Volt akan kita turunkan lagi tegangannya dengan bantuan sebuah dioda searah IN4001

Sedangkan Voltase yg dibutuhkan kebanyakan HP modern rata-rata 3.6v tertera pada battrenya. Tetapi pada kenyataannya tidak seperti itu, (ukur aja sendiri) 4.2v - 4.7v pada kondisi battrei full.
Lalu Arus Yang dibutuhkan HP gw rasa ga akan lebih dari 1Amp/jam, biasanya sih 0,25-0,30Amp pada saat full transceiver dan 0,10-0,20amp pada kondisi internet sedang idle...tergantung juga kekuatan sinyal dari BTS dan kondisi HP-nya juga.
Pada praktek ini gw lagi pake HP Sony Ericsson K600i Oprekan...dengan sinyal 3G yang full(tetep lemot). :-P

HandPhone Sony Ericsson hanya butuh 2 kabel saja sebagai supply-nya.
Sedangkan HP Nokia Butuh 3 kabel sekaligus, yaitu: Plus(+), Minus(-) Dan kabel BSI(Battery Size Indicator). BSI bisa didapat dari penambahan resistor dari kutub Minus(-). Nilai resistornya jelas berbeda2 karena HP Nokia kebanyakan type-nya. Untuk Resistor BSI akan dijelaskan nanti. Sabar yaa...


Bahan yg diperlukan:
1. Siapkan kabel Merah & Hitam 1meter kalau bisa yg kabelnya menyatu.
2. Capit buaya (+) (-) dengan ukuran terkecil yg ada dipasaran
3. 1 buah Dioda searah IN4001 (IN4001 - IN4007) 01 sampai 07 hanya beda block voltagenya saja.
4. Resistor BSI (khusus HP yg butuh line BSI seperti Handphone Nokia)
5. 1 Buah Lampu LED (Light Emitting Dioda). Hanya sebagai indikator (tidak terlalu penting)
6. 1 Kabel USB yang dapat dibongkar ujungnya...klo ga ada jg gpp bisa jg pake yg ujungnya paten
7. Peralatan tempur...seperti solderan, tang potong, isolasi, lem power glue, dll.


Perhatikan bagan skema di bawah ini. Seperti tampak pada gambar Voltase 5v dari PC USB di turunkan dlu melalui dioda IN4002 menjadi kurang lebih 4.3v. Ditambah sebuah resistor yg dirankangkai seri dengan LED menuju kutub Minus, fungsinya hanya sebagai indikator jika USB ditancapkan maka lampu LED akan menyala. Dari Minus ada sedikit tambahan sebuah resistor yang nantinya akan dipakai sebagai indikator volume battery pada Handphone tertentu saja. Nilai2 BSI tidak sama tergantung dari Type Batterai sungguhan yg digunakan. Contoh: pada Handphone Nokia dengan battery BL-5c biasanya BSI berkisar antar 68K sampai 100K ohm terhadap Ground.





Setelah dirakit mengikuti skema di atas hasilnya akan tampak seperti gambar di bawah ini



Jika Perakitan sudah selesai casing colokan USBnya bisa diberi lubang lalu ditambal dengan Lem silicon bening sebagai reflektor Lampu LED yang ada didalamnya
Image and video hosting by TinyPic


Lagi ngetes nih hasilnya opreknya diHandPhone SonyEricsson



Kelebihannya:
  • Ga ada istilah lowbatt lagi klo lagi nge-Net.
  • Suhu panas pada battery sungguhan tidak ada lagi.
  • Ga butuh pengecasan secara continue yg bikin battery melakukan pengisian dan pengurasan bersamaan. (bikin jebol battery nih)
  • Cocok banget buat yg PC-nya kaya server OL terus 24jam 7hari seminggu. wwkwkkwkw...
  • Buat nge-flash HP SE dengan Cruiser atau dengan Setool bagus banget pake dummy baterai ini...



Kekurangan:

  • Masalah perkabelan yg tampak ribet menempel pada HP (kabel catu daya)
  • Ketika PC shutdown atau restart, HP otomatis ikut mati. Hal ini tidak boleh terjadi terus menerus!


Jika anda mempraktekan tutorial ini berarti anda sudah siap dengan kemungkinan terburuk yg terjadi pada perangkat keras anda Baik Handphone atau motherboard PC anda. Resiko tanggung sendiri yaa........................kaboorrrr.....................

Jumat, 22 November 2013

benerin lcd yang ga peupeus

untuk lcd yang blink atau mati dapat di perbaiki asalkan lcd itu tidak pecah…dari pada kita beli…ini sebagian tipe & trik
1.untuk nokia 3250
3250 edit














2. nokia 6600
66001
(lagi…)

SCHEMATIC PONSEL CHINA

SILAHKAN DOWNLOAD KUMPULAN SCHEMATIC PONSEL CHINA DI SINI

http://www.4shared.com/file/I6YHk9Gl/Schematic_Ponsel_China__2_.html
http://www.4shared.com/file/pyeEzbqp/Schematic_Ponsel_China__3_.html
http://www.4shared.com/file/FrZEhnWk/Schematic_Ponsel_China__4_.html
http://www.4shared.com/file/CExjh26A/Schematic_Ponsel_China__5_.html
http://www.4shared.com/file/wwPBGApH/Schematic_Ponsel_China__6_.html
http://www.4shared.com/file/j7njOZkZ/Schematic_Ponsel_China__7_.html
http://www.4shared.com/file/d1MWWPev/Schematic_Ponsel_China__8_.html
http://www.4shared.com/file/Nw5jp-6C/Schematic_Ponsel_China__9_.html
http://www.4shared.com/file/m4-GNVWY/Schematic_Ponsel_China__10_.html
http://www.4shared.com/file/GgNoKjms/Schematic_Ponsel_China__11_.html
http://www.4shared.com/file/SYe9-WNi/Schematic_Ponsel_China__12_.html
http://www.4shared.com/file/M_93oFMS/Schematic_Ponsel_China__13_.html
http://www.4shared.com/file/8AH3_B24/Schematic_Ponsel_China__14_.html
http://www.4shared.com/file/THLFbzqj/Schematic_Ponsel_China__15_.html
http://www.4shared.com/file/80NpCzmq/Schematic_Ponsel_China__16_.html
http://www.4shared.com/file/eJrlYxR1/Schematic_Ponsel_China__17_.html
http://www.4shared.com/file/xq_ljFBR/Schematic_Ponsel_China__18_.html
http://www.4shared.com/file/AvfROqdd/Schematic_Ponsel_China__19_.html
http://www.4shared.com/file/XRDYRg1J/Schematic_Ponsel_China__20_.html
http://www.4shared.com/file/XA7bd-4z/Schematic_Ponsel_China__21_.html
http://www.4shared.com/file/jnqkfhBQ/Schematic_Ponsel_China__22_.html
http://www.4shared.com/file/0K9EwoGE/Schematic_Ponsel_China__23_.html
http://www.4shared.com/file/9IgbBW4_/Schematic_Ponsel_China__24_.html
http://www.4shared.com/file/Bt8vW9nv/Schematic_Ponsel_China__25_.html
http://www.4shared.com/file/EQjGaHaj/Schematic_Ponsel_China__26_.html
http://www.4shared.com/file/lT4kTmBe/Schematic_Ponsel_China__27_.html
http://www.4shared.com/file/obRQljZl/Schematic_Ponsel_China__28_.html
http://www.4shared.com/file/18_qAUSF/Schematic_Ponsel_China__29_.html
http://www.4shared.com/file/gGcBatpP/Schematic_Ponsel_China__30_.html
http://www.4shared.com/file/xvm_vryo/Schematic_Ponsel_China__31_.html
http://www.4shared.com/file/qLfTNZZY/Schematic_Ponsel_China__32_.html
http://www.4shared.com/file/84oq0Hmw/Schematic_Ponsel_China__33_.html
http://www.4shared.com/file/9qkcLazc/Schematic_Ponsel_China__34_.html
http://www.4shared.com/file/fl8Adn_j/Schematic_Ponsel_China__35_.html
http://www.4shared.com/file/WBFEZfWv/Schematic_Ponsel_China__36_.html
http://www.4shared.com/file/gTGv85ny/Schematic_Ponsel_China__37_.html
http://www.4shared.com/file/hro-ubio/Schematic_Ponsel_China__38_.html
http://www.4shared.com/file/buBrH0Cb/Schematic_Ponsel_China__39_.html
http://www.4shared.com/file/TwIloARC/Schematic_Ponsel_China__40_.html
http://www.4shared.com/file/l4I-ukiE/Schematic_Ponsel_China__41_.html
http://www.4shared.com/file/pXYLp-XC/Schematic_Ponsel_China__42_.html
http://www.4shared.com/file/GIL34AgN/Schematic_Ponsel_China__43_.html
http://www.4shared.com/file/Oa4cDpzW/Schematic_Ponsel_China__44_.html
http://www.4shared.com/file/Eri_DtyW/Schematic_Ponsel_China__45_.html
http://www.4shared.com/file/qMNIolHS/Schematic_Ponsel_China__46_.html
http://www.4shared.com/file/97vnN27I/Schematic_Ponsel_China__48_.html
http://www.4shared.com/file/g1iDwZVU/Schematic_Ponsel_China__47_.html

cara cek hp maot part2

dan negative ohmmeter, masing-masing pada kaki on/off kemudian pencet saklar on/off tersebut. Apabila jarum penunjuk ohmmeter bergerak dan menunjukkan nol ohm, maka saklar on/off dalam kondisi baik. Namun apabila saat dipencet saklar tersebut, jarum skala ohmmeter tidak bergerak maka artinya saklar on/off ponsel tersebut rusak/tidak berfungsi. Lakukan penggantian saklar on/off itu jika kondisi yang kedua yang ditemui.

2) Cek jalur on/off.
Gunakan ohmmeter X1 atau X10 untuk pengukuran ini. Perlu diketahui, power switch on/off terdiri dari 2 kaki, yaitu kaki fase (+) dan kaki ground (-). Letakkan kabel merah (+) ohmmeter pada kaki positif switch on/off dan kabel hitam (-) pada ground. Lihat hasil pengukurannya di skala ohmmeter. Pertama, jika jarum bergerak menunjukkan nilai resistensi/hambatan tertentu maka kemungkinan jalur on off itu normal. Kedua, jika jarum skala menunjukkan angka nol ohm (bergerak penuh ke kanan), maka dapat dipastikan bahwa jalur positif on/off tersebut short dengan ground. Ketiga, jika sama sekali jarum tidak bergerak, maka dapat disimpulkan bahwa jalur on/off ponsel itu putus. Penyelesaian kasus ini, liat di skematik dan lihat jalurnya putus di mana. Jika sudah menemukan maka lakukan penyambungan dengan kabel email (jumper) atau jika putus karena lilitan atau resistor maka lakukan penggantian komponen tersebut.

Apabila ditemukan jalur on/off putus

Lihat skematik, telusuri putusnya ada di area mana, kemudian lakukan penggantian komponen yang menyebabkan putus atau jumper apabila yang putus adalah layer/jalur di main boardnya. Kalau putusnya dikarenakan IC power yang tidak terpasang dengan baik (atau kaki BGAnya mengalami korosi) maka bisa di reball atau penggantian IC power

6. Apabila secara pengukuran di atas, semua jalur normal.
Lakukanlah pengukuran semua tegangan kerja IC power. Atau dengan kata lain, semua tegangan yang dihasilkan IC power setelah mendapat tegangan baterai harus normal. Tegangan yang mensupport ke bagian-bagian penting ponsel. Tegangan ke CPU, IC flash, RAM atau juga ke komponen komponen yang lain.

Catatan : tegangan yang kurang/tidak ada ke komponen tertentu akan menyebabkan IC yang mendapat tegangan itu tidak dapat bekerja. Misal: tegangan ke IC flash bermasalah, maka IC flash tidak akan bias bekerja yang mengakibatkan ponsel mati total.

cara cek hp maot part1

Cara servis hp.Cara Memperbaiki HP Yang Mati Total, Hp anda matot alias mati total? dan ingin coba memperbaiki sendiri? silahkan baca artikel cara memperbaiki hp/hape mati total dibawah ini. Mungkin dapat bermanfaat bagi Anda yang membutuhkannya. Berikut langkah langkah analisa dan perbaikan jika menemui ponsel dalam keadaan mati total :

1. Cek baterai penuh atau empty/kosong

Pengecekan ini perlu dilakukan, karena sering terjadi juga ponsel mati dikarenakan baterai kosong. Cara pengecekannya dengan menggunakan voltmeter dengan skala pengukuran pada dcv 10 (dikarenakan sebagian besar baterai ponsel berkisar antara 3,7 volt s/d 7.2 volt). Jika dari hasil pengukuran ternyata tegangan baterai masih normal kemungkinan memang ponsel mati, dan diperlukan langkah-langkah pengecakan selanjutnya.

2. Pastikan konektor baterai dalam keadaan bersih/tdk berkarat

Pastikan di semua permukaan logam pada konektor baterai bersih, tidak ada karat, karbon atau kotoran yang menempel. Karena karatan, kotoran atau karbonasi pada permukaan konektor baterai dapat mengakibatkan adanya hambatan, sehingga menghalangi arus listrik dari baterai ke ponsel. Jika menemui keadaan ini, lakukan pembersihan dengan tiner atau amril halus.

3. Cek jalur v-bat, konlet atau tidak, putus atau tidak.

a. Cek apakah jalur positif dan ground konslet atau tidak

Lakukan pengukuran dengan ohmmeter, posisi pada 1X. Lakukan pengecekan dengan meletakkan kabel positif ke konektor positif baterai, dan kabel negative diletakkan di ground. Maka jarum ohmmeter akan bergerak namun tidak penuh seperti tidak ada hambatan (berarti kondisi normal).

Kemudian balik posisi kabel, maka seharusnya jarum hasil pengukuran tidak bergerak, jika jarum pengukur bergerak menunjukkan nilai hambatan maka dapat dipastikan ponsel dalam keadaan short, apalagi jika jarum bergerak ke angka nol ohm meter (artinya kaki positif baterai terhubung penuh dengan ground, secara otomatis tidak mungkin ponsel akan hidup).

Dua cara di atas menunjukkan bahwa jalur v-bat ponsel dalam keadaan normal. Maka lanjutkan dengan langkah ke-4 dan ke-5, yaitu lakukan pengecekan dengan ponsel diberi tegangan baterai kemudian dilakukan pengecasan.

Jika Ponsel bisa mengecas normal maka kemungkinan besar ponsel bermasalah pada area jalur switch on/off saja. Penyelesaiannya mulai dengan cek switch on/off sampai pada pengecekan jalur on/off. Jika terdapat jalur yang putus maka lakukan penyambungan dengan jumper atau penggantian komponen yang menyebabkan jalur on/off terputus. Untuk langkah ini perlu melihat gambar skematik

Namun apabila ditemukan ketidak normalan, misal ponsel short sebagian atau short total seperti pada gambar di bawah ini, maka perlu penanganan hardware yang lebih teliti lagi.

jika dari pengukuran ini ditemukan bahwa penyebab ponsel mati adalah konsletnya jalur v-bat dengan Dengan analisa ini maka dapat dilakukan langkah-langkah pengecekan dan perbaikan bertahap seperti penjelasan di bawah ini.

Lihat Skematik dan perhatikan semua komponen yang terhubung langsung dengan v-bat, kondensator/kapasitor, ic PA, IC charging, IC dering dll. Karena komponen-komponen itulah yang kemungkinan besar menyebabkan konsleting.

Untuk memastikan komponen mana yang menyebabkan konslet adalah dengan memutus jalur tegangan ke komponen tersebut, atau dengan mencabut (jika terpaksa tdk ada sekering/lilitan dari v-bat ke komponen tersebut).

Atau dengan ponsel diberi tegangan baterai sekejap, dan raba dengan jari komponen mana yang mengalami kenaikan suhu/teraba panas.

Langkah pencabutan komponen-komponen ini, dilakukan mulai dari komponen yang kecil, misal lilitan, kapasitor, dioda, resistor, baru kemudian jika belum menemukan yang konslet maka IC-IC yang mulai dicek. Perlu diingat, setiap setelah mencabut komponen itu, langsung lakukan pengecekan dg ohmmeter (seperti dibahas di atas) konslet tidaknya.
Pengecekan dengan power supplay

Pertama
Selain cara di atas, untuk pengecekan hp jalur v-bat normal atau tidak, bias dilakukan dengan bantuan power supplay. Set power supplay pada tegangan sesuai tegangan baterai (missal 4volt), kemudian sambungkan kabel merah (+) dengan konektor positif baterai dan kabel hijau ke bsi line/jalur bsi (terutama untuk type hp nokia/ selain nokia tidak perlu jalur bsi dihubungkan), dan kabel hitam pada ground/konektor negative baterai. Hp normal dalam keadaan off apabila skala tegangan tetap menunjukkan angka seperti semula (4 volt) dan skala ampere pada power supplay tidak mengalami perubahan/tetap di posisi nol.

Namun apabila terjadi perubahan tegangan di power supplay menjadi nol maka dapat dipastikan bahwa ponsel itu short total, atau jika tegangan tetap seperti semula (4votl) namun skala ampermeter pada power supplay langsung naik (missal menjadi 0.2) maka dapat dipastikan bahwa ponsel itu dalam keadaan short partial/sebagian. Langkah ini dilakukan tanpa memencet tombol power pada ponsel.

Kedua
Selanjutnya apabila hal di atas hp normal, lakukan langkah pengecekan selanjutnya yaitu dengan menekan/memencet power on/off ponsel. Lihat reaksi skala amper meter pada power supplay. Apabila skala naik menunjukkan pada posisi 0.2 maka ponsel normal (dalam artian tidak konslet).

Namun apabila pada saat tombol power di tekan dan skala amper naik melebihi 0.2 atau misalnya 0.5 maka dapat dipastikan ponsel mengalami short saat tegangan mulai masuk ke ic power (saat tombol on/off di tekan). Untuk mengetahui komponen mana yang konslet, raba ic/komponennya, apabila terjadi kenaikan panas/suhu maka dapat dipastikan komponen itulah sumber persoalannya. Lakukan penggantian komponen itu maka persoalan konslet ini dapat teratasi.

b. Cek Jalur positif V-bat putus atau tidak
Cara pengecekan sama seperti langkah-langkah di atas. Apabila semua pengecekan tidak ada respon sama sekali. Jarum pengukur tidak mengalami perubahan/tidak berespon berarti jalur V-BAT putus. Penyelesaiannya, lihat skematik dan telusuri seluruh jalur V-bat, cari jalur yang masih menyambung dengan v-bat (ada nilai resistensinya). Jika sudah menemukan itu, lakukan penyambungan dari konektor baterai (+) ke titik tersebut. Atau ganti komponen yang menyebabkan putus.

4. Jika semua hal di atas bagus, cek dengan dilakukan pengecasan.
Jika semua jalur v-bat bagus lakukan pengecekan dengan melakukan pengecasan. Pasang baterai ponsel (baterai yang isi) kemudian lakukan pengecasan, liat respon ponsel. Apabila ponsel dapat mengecas (ada indicator pengecasan yang berjalan pada layer ponsel), berarti ponsel sebenarnya dalam keadaan menyala. Hanya kemungkinan besar on/off atau jalur on/off saja yang mengalami persoalan. (atau bias juga dalam beberapa kasus disebabkan karena software nya error).
Lakukan langkah selanjutnya, yaitu pengecekan saklar on/off dan jalur on/off.

5. Cek jalur dan atau saklar on/off
Langkah-langkah/urutan pengecekan saklar on/off
1) Cek saklar on/off dengan menggunakan ohmmeter pada skala X1.
Hubungkan kabel positif dan

analisa kerusakan lcd nokia

1. LCD (Yakinkan bagus)
2. Connector LCD, kaki2nya & Jalurnya. (periksa dgn seksama)
3. EMIF LCD Z2451 & Z2452 (Cek Hambatan 70Ohmnya, Ganti bila perlu)
4. AVILMA (Cek Tegangan VIO & VAUX)
5. RAPIDOYAWE (Cek Signal2 Datanya)
6. BETTY ( Bukan utk LCD tapi utk LED LCD saja)
Tegangan yang harus diperhatikan utk LCD yg keduanya berasal dari AVILMA :
1. VIO 1,8V di kaki 3 (C2453)
2. VAUX 2,8V di kaki 22 (C2457)
Dari 13 jalur interface yg melewati EMIF LCD.
RDX = Read Signal dari LCD ke CPU
DCX = Data/Command Signal dari CPU ke LCD
RESX = Reset Signal, inisialisasi data pada LCD, mereset data lama yg ada pada LCD
CSX = Chip Select Signal (Pemilihan Mode Interface pada LCD)
WRX = Write Signal (Info dari CPU ke LCD)
TE = Trace Enable (Pengaktifan jalur informasi dari ke CPU - LCD
D0 - D7 = Data Informasi yg keluar masuk dari/ke CPU - LCD